Pengertian Manajemen Personalia
Sebenarnya pengertian manajemen personalia dapat dilihat dari tugas atau wewenang yang dikerjakan para manajernya. Pada hakikatnya manajer mempunyai lima fungsi dasar sebagai proses manajemen, yakni :
*Perencanaan (planning)
Pentapan tujuan dan standart penetapan aturan dan prosedur; penyusunan rencana dan perkiraan- prediksi atau proyeksi beberapa kemungkinan di masa mendatang.
*Pengorganisasian (organization)
Penugasan pelaksanaan pekerjaan tertentu bagi tiap pegawai ; pembentukan departemen-departemen; pendelegasian wewenang kepada bawahan; penetapan jalur wewenang dan komunikasi; pengkoordinasian pekerjaan yang dilaksanakan bawahan.
*Pengisian Staf (staffing)
Penetapan jenis pegawai yang perlu di angkat; perekrutan calon pegawai; seleksi pegawai; penyusunan standart prestasi kerja; penyuluhan pegawai; training dan pengembangan pegawai.
*Pengarahan (leading)
Menggerakan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan, membina moral; memotivasi bawahan.
*Pengawasan (controlling)
Penyusunan standart – seperti kuota penjualan, satandart kualitas, atau level produksi; pemeriksaan untuk mengkaji prestasi kerja aktual dibandingkan dengan standart yang telah ditetapkan; mengadakan tindakan korektif yang diperlukan.
Manajemen personalia merujuk pada konsep-konsep dan teknik-teknik yang diperlukan untuk melaksanakan tugas manajemen dalam aspek “manusia” atau pegawai. Hal ini mencakup analisis pekerjaan, perencanaan kebutuhan tegana kerja dan pendaftran calon pegawai, seleksi calon pegawai, orientasi dan training pegawai baru, manajemen upah dan gaji, penyediaan insentif dan kesejahteraan, penilaian prestasi kerja, komunikasi tatap muka serta pengembangan manajer.
Faktor-faktor pentingnya manajemen personalia saat ini :
- Ketidakpuasan dan angkatan kerja baru
- Gaya hidup baru
- Peraturan perundang-undangan yang baru
- Perubahan nilai-nilai
- Kebutuhan untuk meningkatkan prestasi kerja
- Produktivitas dan manajemen personalia
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)